Tips Menyimpan Sistem Pemanas Air di Rumah yang Aman bagi Anda dan Keluarga

19 November 2020

Hal-hal berbahaya dan tidak terduga bisa terjadi serta menimpa siapa saja di mana pun, kapan pun. Salah satunya ketika Anda memiliki sistem pemanas air sendiri di rumah. Kemungkinan rusak dan bahkan kebakaran bukan tidak mungkin terjadi.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, Anda harus memastikan sistem pemanas yang Anda gunakan, dipasang dengan benar dan juga diperiksa secara berkala kondisinya.

Simak empat tips sederhana yang dapat Anda terapkan demi memastikan sistem pemanas air di rumah sudah aman dan berfungsi baik.

1. Memeriksa Pengaturan Suhu Pemanas Air

Memiliki anak kecil di rumah adalah satu hal yang mengharuskan Anda melakukan pemeriksaan pengaturan suhu pemanas air secara rutin. Selain demi menikmati air hangat yang nyaman serta manfaat relaksasi yang maksimal, hal ini wajib dilakukan demi terhindar dari kecelakaan.

Suhu pemanas air berbasis tangki Anda harus dijaga di suhu sekitar 120 derajat Fahrenheit (49 derajat Celcius) agar air di dalam tangki penyimpanan tetap hangat dan tidak terlalu panas saat digunakan. Campur air panas dengan air dingin agar tidak mendidih di kulit dengan perbandingan air panas dan air dingin sebanyak 1:2. Rasakan tingkat kehangatan suhu air dengan tangan terlebih dahulu sebelum mulai mandi.

2. Rutin Memeriksa Katup Keselamatan Pelepas Suhu Tekanan

Anda harus tahu bahwa bagian penting dari pemanas air penyimpanan adalah katup pelepas suhu / tekanan (T&P). Elemen ini dirancang untuk mencegah pemanas air meledak saat suhu atau tekanan mencapai titik kritis. Sebagian besar pemanas air dilengkapi dengan katup T&P yang telah dipasang sebelumnya.

Anda wajib memeriksanya secara teratur dengan mengangkat tuas ke atas, setidaknya setiap enam bulan sekali untuk melepaskan tekanan bawaan dari dalam tangki. Indikasi dari katup pelepas T&P berfungsi baik adalah jika ada air yang menetes. Jika tidak ada air yang menetes dari katup T&P Anda, Artinya tidak berfungsi dengan baik. Nah, demi mencegah kerusakan, segera hubungi tukang ledeng atau penyedia pemanas air Anda.

3. Periksa Residual Current Circuit Breaker (RCCB) secara Rutin

Selain katup tadi, Residual Current Circuit Breaker (RCCB) adalah komponen keselamatan pendeteksi penggunaan tegangan tinggi yang tidak normal. Jadi, RCCB Anda akan mendeteksi tanda-tanda keadaan abnormal seperti kebocoran arus secara tiba-tiba, yang dapat mengganggu kinerja daya listrik yang memiliki fungsi sebagai pencegah dan melindungi rumah Anda dari bahaya. Sangat penting bagi pemilik rumah untuk memeriksa dan memastikan secara rutin bahwa RCCB bekerja dengan baik demi memberikan perlindungan listrik secara keseluruhan bagi rumah Anda.

4. Hindari Tempat Penyimpanan / Tabung Terbakar dengan Mengisi Air Sebelum Dipanaskan pada Pemanas Air

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat menggunakan pemanas air adalah Anda harus mengisi air pada tabung penyimpanan sebelum dinyalakan. Menyalakan pemanas air dengan tangki penyimpanan kosong dapat langsung membakar elemen pemanas yang dapat mengakibatkan pemanas air penyimpanan menjadi rusak.

Ariston Solar Water Heater memastikan bahwa Anda dan keluarga tidak perlu mengalami ke-empat hal di atas. Dengan pengalaman bertahun-tahun dan jaminan mutu, Ariston Solar Water Heater tak hanya memberi banyak manfaat, namun juga memastikan keamanan dan keselamatan Anda dan keluarga.

Maka itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih pemanas air yang tepat, berkualitas, dan dapat memberi kenyamanan serta keamanan untuk Anda dan keluarga di rumah. Pemanas air Ariston didesain dengan elemen-elemen yang memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan, sehingga Anda dan keluarga tak perlu khawatir. Ariston Solar Water Heater Dirancang untuk menjadi solusi bagi siapa pun dan apa pun kebutuhannya.

Complete and Enjoy Your Life.